URL (Uniform Resource Locator) – Informasi dan Penggunaannya


Setiap kali kita mengakses internet, kita selalu melihatnya. Setiap kali kita mengarah ke suatu website, kita selalu menggunakannya. Kita tidak pernah berhenti berpikir apa sebenarnya URL dan terdiri dari atau mengapa kita menggunakan pola penamaan ini untuk mengakses berbagai point di internet.

Artikel ini akan memberikan sedikit gambaran mengenai URL, membedah sebuah contoh menjadi bagian yang mudah dimengerti dan menjelaskan pola penamaan untuk tiap bagian dari URL. Mereka yang ikut tergabung dalam bisnis internet, web design, atau programmer seharusnya telah akrab dengan informasi ini. Untuk yang belum pernah mengenalnya, ikuti kursus kilat berikut.

Sebuah Uniform Resource Locator atau lebih dikenal dengan sebutan URL menjelaskan dimana resource tersedia di web dan bagaimana menerima resource tersebut. Dengan mengetik seri huruf atau angka yang spesifik pada address bar di web browser, anda akan dengan segera menuju sebuah website (alamat dalam dunia virtual) untuk memperoleh informasi.

Setiap URL memiliki penamaan yang sama

  • Protocol
  • A colon / titik dua ‘:’
  • Hostname atau Alamat IP
  • Nomor port
  • Path untuk diakses
  • Sebuah pilihan anchor (untuk HTML) atau query string (untuk CGI)

Protocol mengindikasikan namespace atau tujuan sebagai tambahan untuk syntax dari bagian yang tersisa dari URL. Sebagai contoh, http://example.com.

Hostname atau Alamat IP menjelaskan tujuan lokasi untuk URL. Sebagai contoh, google.com adlah nama domain dan 72.14.207.99 adalah alamat IP nya. Lebih mudah untuk mengingat nama domain dibanding mengingat alamat IP.

Nomor Port bersifat pilihan dan apabila dikosongkan maka secara default port yang digunakan adalah 80. Dengan memberikan port secara spesifik akan memberitahukan pada web browser untuk terhubung ke port tertentu pada server.

Path untuk diakses digunakan untuk menemukan sumber spesifik yang dibutuhkan. Dikarenakan penulisannya berformat ‘case sensitive’, apabila ditulis dengan huruf besar, maka akan didapati HTML 404 error.

Pilihan anchor untuk HTML mengacu pada lokasi pada sebuah halaman website yang sebenarnya. Disisi lain, query string yang digunakan untuk website CGI menyimpan data untuk diteruskan pada aplikasi web tertentu seperti program CGI. Query string secara umum dipisahkan dengan dengan ampersands (&) ketika nama dan nilai terpisah oleh tanda yang sama.

Mengetahui syntax dari sebuah URL menjadi keuntungan saat bekerja di lingkungan internet. Setiap segmen dari URL memiliki tujuan tertentu yang mengacu pada lokasi dimana informasi dapat diterima atau aplikasi tertentu dapat diakses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s